Haruskah Keluar dari Pekerjaan Anda? 4 Pertanyaan Penting

Ketika kebanyakan calon entrepreneur memutuskan untuk memulai bisnis, tujuan akhir mereka adalah untuk membuat bisnis mereka menjadi pekerjaan full-time. Tergantung dimana mereka berada dalam karir mereka, mencapai tujuan ini berarti meninggalkan gaji tetap dan  tunjangan kerja.

Meskipun anda bisa menjalankan bisnis anda paruh waktu untuk sementara waktu, pada akhirnya anda harus membuat keputusan apakah anda ingin melanjutkan kerja sambil berbisnis, atau keluar dari pekerjaan utama anda untuk berfokus mengembangkan bisnis anda. Keputusan ini membutuhkan pemikiran yang cermat  dan pertimbangan, karena sulit untuk kembali setelah anda memutuskan untuk melakukan keputusan itu.

Jika anda benar-benar ingin meninggalkan pekerjaan utama anda dan mulai mengembangkan bisnis, berhentilah sejenak untuk bertanya pada diri anda, apakah anda sudah pantas, siap dan dalam kondisi yang memungkinkan anda untuk benar-benar fokus dalam mengembangkan bisnis anda:

Pertanyaan jika Anda ingin Keluar dari Pekerjaan

Kemana bisnis anda akan mengarah?
Sebelum anda meninggalkan pekerjaan utama anda untuk berbisnis, sangat penting untuk memastikan bahwa anda tahu potensi penuh dari bisnis anda. Hal ini bermuara apakah bisnis anda sedang mengembangkan produk/jasa yang “biasa-biasa saja” atau yang “harus dimiliki”


Anda harus berkonsentrasi, kerja keras dan mempunyai visi kemana bisnis anda akan mengarah, anda harus melihat peluang pasar. Apakah bisnis anda mempunyai solusi yang untuk pasar yang anda bidik? Apakah bisnis anda akan mempunyai kesempatan untuk berkembang?

Apakah anda takut akan kegagalan?
haruskah keluar dari pekerjaanBisnis manapun bisa saja gagal, tapi seberapa takutkah anda dengan kegagalan? Ketakutan adalah tanggung jawab besar anda sebagai pengusaha, sehigga anda harus yakin ketakutan tersebut tidak akan mengontrol anda ketika anda meninggalkan pekerjaan utama anda.

Anda hanya boleh mempunyai sedikit ketakutan ketika memulai bisnis anda. Tapi ketakutan adalah salah satu motivator penting untuk mendorong anda menjadi lebih baik. Semua orang takut akan kegagalan, tapi jangan biarkan anda dan karyawan anda untuk menyerah. Belajarlah dari kesalahan dan dorong diri anda.

Apakah risikonya senilai dengan apa yang akan anda dapatkan?
Tidak ada yang namanya taruhan pasti dalam dunia bisnis. Akan selalu ada risiko yang terlibat, dan jika risiko itu tidak layak anda dapatkan, anda harus mempetimbangkan untuk tetap pada pekerjaan utama anda sementara waktu.

Hal-hal tipikal yang orang katakan tentang perubahan ini yaitu ‘risiko tinggi’ dan ‘reward tinggi’. Kalimat tersebut sejalan dengan bisnis. Anda harus mengevaluasi risiko anda dengan sangat hati-hati, dan pada akhirnya, ambil risiko itu jika anda berani mengambilnya. Jika anda percaya, cobalah datang ke bisnis anda, buat perbedaan nyata, dan menciptakan nilai di seluruh sektor bisnis, jika hal-hal tersebut terpenuhi maka bisnis tersebut adalah tempat yang cocok untuk anda.

Apakah waktunya tepat?
Setelah anda menimbang pro dan kontra keluar dari pekerjaan anda, jangan lupa untuk menyadari ‘timing’ sebagai sesuatu yang harus dipertimbangkan. Jika anda meninggalkan pekerjaan utama anda sebelum bisnis anda belum benar-benar siap. Kemungkinan besar anda akan gagal.

Jangan terburu-buru untuk membuat sesuatu yang besar atau mencoba menjadi seperti Zuckerberg. Sangat mudah untuk terjun duluan ke pasaran, dan tapi jika timing anda ketika meluncurkan bisnis tidak tepat, ide bisnis yang sudah anda bangun tidak akan sukses. Luangkan waktu untuk benar-benar mempelajari pasar-pasarnya  dan tentukan bahwa solusi dari ide anda adalah yang dicari-cari konsumen untuk digunakan.


Hal yang paling berharga yang bisa anda lakukan untuk bisnis anda adalah membawanya ke dalam lingkungan yang benar-benar mendukung dan memelihara. Dan ini  tidak hanya bisnis anda, tapi juga karyawan yang anda rekrut, teman anda, dan keluarga yang mendukung anda.

Jika anda berpikir waktu ini adalah waktu yang tepat untuk terjun ke pasar. Pastikan anda punya cukup uang untuk membantu anda dalam peluncuran awal bisnis. Paling penting, bila anda siap untuk mengambil risiko, lakukan dengan semangat yang sama saat anda terdorong untuk meninggalkan pekerjaan utama anda. Jadi? Siap meninggalkan pekerjaan utama anda?