9 Langkah Belajar Investasi

Investasi sebenarnya cukup sederhana; pada dasarnya investasi menempatkan uang bekerja untuk anda jadi anda tidak perlu mengambil pekerjaan kedua, atau bekerja secara lembur untuk meningkatkan besar potensi pendapatan anda. Ada banyak cara untuk membuat investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana atau real estate, dan dari kesemua itu tidak selalu butuh dana yang besar untuk memulainya.

Berikut adalah panduan belajar investasi untuk membantu anda memulai invetasi sebagai investor yang teredukasi:

Panduan Belajar Investasi

Pastikan keuangan anda aman
Terjun secara langsung kedalam investasi tanpa memeriksa dan memastikan keuangan anda itu seperti melompat ke dalam kolam yang sangat dalam tanpa tahu cara berenang. Di atas biaya hidup, pembayaran saldo kartu kredit  dan hutang bisa saja memakan jumlah uang yang anda simpan untuk investasi.

Pelajari dasar-dasar investasi
Anda tidak perlu menjadi ahli finansial untuk berinvestasi, tapi anda membutuhkan beberapa terminologi dasar sehingga anda lebih siap untuk membuat keputusan. Pelajari beda saham, obligasi, reksa dana dan sertifikat deposito. Anda juga perlu belajar teori finansial sepeti optimalisasi portofolio, diversifikasi dan efisiensi pasar. Membaca buku yang ditulis oleh investor yang sukses seperti Warren Buffet atau membaca tutorial di website sepeti investopedia adalah permulaan awal yang baik.

Tetapkan tujuan
langkah belajar investasi
Setelah anda menyiapkan budget untuk investasi anda dan mempelajari dasar-dasar investasi, inilah saatnya untuk menetapkan tujuan investasi anda. Meskipun semua investor pada dasarnya adalah mendapatkan keuntungan, ada juga yang datang dari latar belakang yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda. Kemanan finansial, pendapatan, dan apresiasi adalah faktor yang harus dipertimbangkan; apa yang terbaik untuk anda akan tergantung pada umur, posisi dalam hidup, dan keadaan personal. Eksekutif bisnis berumur 35 tahun dan janda tua berumur 75 tahun mempunyai kebutuhan yang sangat berbeda.

Tentukan toleransi risiko anda
Apakah penurunan yang signifikan dalam nilai investasi membuat anda putus asa? Sebelum memutuskan investasi mana yang tepat untuk anda, anda perlu tahu berapa besar risiko yang bisa anda toleransi. Apakah anda suka mobil cepat dan risiko getarannya, atau apakah anda lebih suka membaca di tempat tidur gantung anda sambil menikmati kenyamanan rumah belakang anda? Toleransi risiko anda akan bervariasi sesuai dengan usia, kebutuhan pendapatan, dan tujuan keuangan anda.


Cari style investasi anda
Sekarang anda sudah tahu toleransi risiko dan tujuan anda, lalu apa style investasi anda? Banyak investor baru yang ternyata tujuan dan toleransi risikonya tidak cocok. Sebagai contoh, jika anda suka mobil cepat tapi mencari keuntungan yang aman, anda lebih baik mencari pendekatan konservatif untuk investasi. Investor konservatif secara umum menginvestasikan 70-75% uang mereka dalan risiko yang rendah. Di sisi lain, investor agresif umumnya akan berinvestasi 80-100% uang mereka dalam ekuitas/saham.

Cari broker atau penasihat investasi
Jenis penasihat yang tepat untuk anda tergantung berapa lama waktu yang anda sediakan untuk investasi dan toleransi risiko anda. Memilih penasihat finansial adalah keputusan besar. Faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk reputasi dan performa mereka, berapa banyak rencana mereka dalam berkomunikasi dengan anda dan layanan tambahan apa yang mereka tawarkan.

Memilih Investasi
Sekarang tiba di bagian paling menyenangkan: memilih investasi yang akan menjadi bagain dari portofolio investasi anda. JIka anda mempunyai style investasi yang konservatif, portofolio anda harus terdiri dari investasi dengan risiko rendah, seperti obligasi dan reksa dana. Kuncinya disini adalah alokasi aset dan diversifikasi. Pada alokasi aset, anda menyeimbangkan risiko dan reward dengan membagi uang anda diantara 3 kelas aset: ekuitas, pendapatan tetap dan uang tunai. Dengan mendiversifikasi diantara tiga kelas aset ini anda menghindari masalah yang terkait dengan penempatan semua investasi dalam satu tempat.


Jaga emosi anda
Jangan biarkan ketakutan atau keserakahan membatasi keuntungan dan melipatgandakan kerugian anda. Perkirakan fluktuasi jangka pendek dalam keseluruhan nilai portofolio anda. Sebagai investor jangka panjang, pergerakan jangka pendek ini tidak akan membuat anda panik. Keserakahan akan membuat investor menahan posisi terlalu lama dalam harapan harganya akan lebih tinggi – meskipun trennya sedang jatuh. Ketakutan dapat menyebabkan investor menjual terlau cepat. JIka portofolio anda selalu membuat anda terjaga setiap malam, sudah saatnya anda untuk mempertimbangkan kembali toleransi risiko anda dan mengadopsi pendekatan investasi yang lebih konservatif.

Review dan sesuaikan
Langkah terakhir dalam perjalanan investasi anda adalah me-review portofolio anda. Setelah anda menetapkan strategi alokasi aset anda, mungkin anda menemukan bobot aset anda telah berubah sepanjang tahun. Mengapa? Nilai pasar dari berbagai sekuritas dalam portofolio anda telah berubah. Hal ini dapat dimodifikasi dengan mudah melalui rebalancing