Apakah Sosial Media Membunuh Bisnis Anda?

Dewasa ini, semua orang ingin menjadi raja (atau ratu) dari sosial media. Kita harus eksis di Twitter, Facebook, LinkedIn dan tentu saja, Pinterest. Tapi apa mungkin keeksisan di berbagai platform sosial media dapat membunuh bisnis anda?

Banyak ahli produktivitas mengatakan bahwa kita hidup dalam "kesibukan" yang berarti kita merasa sibuk karena terus menerus melakukannya tanpa mempertimbangkan manfaat apa yang kita dapat. Apakah hal tersebut layak untuk waktu kita? Banyak dari kita menganggap harus sering berada di sosial media, bahkan walaupun hal tersebut merugikan kita.

Berdasar fakta dari Empowerednetwork.com:


  • 22% waktu ketika online dihabiskan untuk jejaring sosial
  • Orang-orang menghabiskan dua kali waktu mereka di Facebook daripada berolahraga
  • Pengguna rata-rata meghabiskan waktu 24 jam dalam sebulan di sosial media 
  • IPK dari mahasiswa yang rutin menggunakan Facebook lebih rendah daripada teman-teman mereka yang tidak login
  • satu dari sepuluh karyawan menghabiskan banyak waktu di internet daripada bekerja. Perhatian karyawan terpecah setiap 10,5 menit sekali karena notifikasi chat atau twitter; sekali hal itu terjadi butuh 23 menit untuk kembali ke pekerjaan.


Bagaimana bisnis anda bisa tetap di puncak industri dan mengikuti perkembangan sosial media (yang tidak pernah tidur!)? Dan bagaimana jika anda pengusaha independen yang sedang berusah memasarkan bisnis anda? Pertanyaan yang sering muncul: haruskah saya merampungkan proposal untuk klien baru atau memasarkan bisnis saya di sosial media? Jika anda familiar dengan situasi ini, berikut beberapa saran untuk membantu anda mengelola sosial media.

Baca juga: 5 Hal yang mengganggu produktivitas kerja anda

1. Pastikan anda melakukan hal yang benar
Penting untuk diingat, periksa keterlibatan anda pada situs sosial anda secara rutin. Apakah audiens melakukan respon atau apakah anda hanya memposting lalu sign-out? Pastikan pesan anda sampai pada orang-orang yang tepat dan sosial media yang tepat. Mungkin pesan anda tidak efektif dengan Facebook, mugkin target audiens anda ada di LinkedIn atau Google+. Pertimbangkan untuk memeriksa seberapa "sosial" sosial media anda dan apakah mereka memberi manfaat untuk bisnis anda.

apakah sosial media membunuh bisnis


2. Dapatkan sistem peringatan
Dua sistem baru - Talkwalker.com, Mention.net atau Google Alert membantu anda memperingatkan apa yang sedang happening di industri anda. Kata kunci yang anda pilih menjadi sangat penting jadi pastikan jangan gunakan kata kunci yang terlalu umum.

3. Lupakan ketakutan anda
Apakah anda menderita takut ketinggalan update terbaru? Menurut banyak penelitian, banyak dari kita memang seperti itu. Kita selalu berusaha terhubung dengan semua sosial media karena kita ketakutan terlewat sesuatu. Tapi saya jamin anda jika ada sesuatu hal yang besar terjadi, anda pasti akan mengetahuinya. Jika tidak, jangan khawatirkan hal tersebut. Biasakan diri anda keluar dari ketakutan tersebut dengan mematikan gadget anda dalam beberapa waktu selama jam pekerjaan jadi anda bisa fokus bekerja.

4. Awasi angkanya
Sama seperti poin pertama, awasi angka di sosial media anda baik-baik. Perhatikan keterlibatan sosial media anda dan pastikan bahwa orang-orang sedang terlibat dengan postingan anda. Hal ini akan membantu anda dan mengurangi kewas-wasan anda. Jangan habiskan waktu anda pada hal yang tidak penting. Banyak orang-orang di sosial media mengalami ketakutan ini. mereka ingin berada "dimanapun" karena jika mereka tidak mereka akan melewatkan berita, peristiwa atau apapun. Tetapi perlu diingat orang-orang tidak berinteraksi dengan setiap sosial media anda, mungkin anda akan menemukan kebanyakan pelanggan anda di beberapa sosial media yang spesifik. Hadirlah disana dan jangan pedulikan yang lain.

5. Batasi waktu anda
Hal ini sangat sulit, tapi saya merekomendasikan untuk membatasi waktu ber-sosial media anda hingga tiga puluh menit di pagi hari dan tiga puluh menit pada malam hari. Kita bisa saja melihat alur pembicaraan di timeline sosial media kita sepanjang hari tapi jika kita lakukan ini, kita akan menghabiskan waktu berharga yang bisa diinvestasikan ke kegiatan lain.

Baca juga: Delapan cara mengatur waktu dalam bisnis anda

6. Sibuk vs produktif
Kita selalu dibombardir dengan pesan "sibuk". Pelanggan sibuk, kita sibuk, semua orang sibuk - tapi apakah kita sibuk atau produktif? Kedua hal ini tidak sama. Jika terlalu banyak menggunakan waktu di sosial media membatasi produktivitas anda, anda memiliki masalah. Selalu tanyakan pada diri anda sendiri sebelum memulai aktivitas, apakah hal tersebut hanya membuat saya sibuk atau produktif.

7. Pertimbangkan menggunakan tenaga outsourcing
Jika ada tidak bisa menangani segal sesuatu di sosial media, pertimbangkan untuk merekrut seseorang yang bisa membantu anda mencapai tujuan anda. Manager dan admin sosial media ada di mana-mana. Untuk rekomendasi, masuklah ke LinkedIn dan buatlah perekrutan para ahli sosial media ini untuk membantu anda menangani pemasaran sosial media anda.

Artikel terkait: Apa itu outsourcing? keuntungan dan kerugiannya

Para ahli produktivitas akan sering mendorong anda untuk mematikan internet anda dan mematikan semua notifikasi email untuk membantu anda fokus. Ide ini mungkin bagus, tapi masih ada hal yang menguras waktu anda habis-habisa yaitu sosial media. Sosial media adalah bagian yang kita butuhkan untuk mendapatkan eksposur dan memasarkan bisnis kita, tapi juga dapat menyebabkan kerugian serius bagi keberhasilan anda. Temukan keseimbangan antara sosial dan produktivitas, mungkin tidak akan mudah, tapi patut anda perjuangkan.