5 Hal yang Mengganggu Produktivitas Kerja Anda

Setiap pekerja memiliki hari dimana mereka tidak bisa menyelesaikan apapun degan benar. Tidak peduli seberapa banyak proyek dan tugas yang anda mulai, tidak ada yang berhasil dalam to-do-list anda, dan pada akhir hari itu anda makin kewalahan dan frustasi daripada ketika anda memulainya.

Edward Brown, pendiri perusahaan pelatihan dan konsultan Cohen Brown Management Group, tahu masalah ini telah menjangkiti pekerja selama beberapa dekade. Tapi di era distaksi digital ini, hilangnya waktu dan produktivitas telah menjadi isu yang lebih mendesak.

“40-60 % waktu yang dihabiskan selama bekerja terbuang karena melakukan hal yang tidak diinginkan, tidak diperlukan, interupsi yang tidak produktif,” kata Brown. “Jika interupsi ini dihilangkan, hal ini dapat meningkatkan tersedianya waktu untuk memenuhi produktivitas dan tujuan pendapatan.”


Dalam buku barunya “The Time Bandit Solution” (Cohen Brown Picture Company, 2014), Brown mengidentifikasi 5 faktor utama yang berkontribusi dalam hilangnya waktu di tempat kerja:

Hal yang Mengganggu Produktivitas Pekerjaan

Interupsi – Apapun yang mengganggu alur kerja anda, dari teman sekantor yang berhenti di meja kerja anda untuk mengobrol sampai telepon yang tak terduga atau notifikasi yang muncul di layar komputer anda.

Restart – Upaya yang terlibat dalam mengembalikan konsentrasi ketika anda meninggalkan pekerjaan anda sebelum adanya gangguan, dimana akan sangat bergantung pada bentuk gangguan dan berapa lama waktu gangguan tersebut.

Kehilangan Momentum – Hilangnya efisiensi, akurasi, dan produktivitas yang terbangun dari penyelesaian tugas yang terganggu.

Pengerjaan ulang – mengerjakan kembali bagian proyek atau mengulangi semua dari awal karena kesalahan atau kualitas yang buruk, berasal dari hilangnya fokus.

Manifestasi Penderitaan – Efek samping dari stress karena gangguan, seperti kelelahan mental, mudah marah, hilang konsentrasi, atau berkurangnnya efisiensi dan pruktivitas.

Individu-individu dibalik gangguan ini, termasuk rekan kerja, bos, klien adalah “Time Bandit” yang mengambil waktu produktif berharga anda, kata Brown. Tapi tidak mungkin juga untuk mencegah kriminal waktu ini dalam memecah fokus anda.

“Semua orang adalah pencuri waktu seseorang,” kata Brown. “teman-teman saling menganggu satu sama lain, dan jajaran manajemen menginterupsi bawahannya. Bisa saja seseorang tiba-tiba mencondongkan tubuhnya pada anda dan bertanya disaat anda sedang berada di tengah-tengah momentum berharga.

Meskipun anda tidak bisa menghindari semua gangguan, anda dapat menjamin diri anda sendiri dimana anda sudah punya fokus yang lengkap dan tidak terbagi. Lakukan cara ini denga teknik yang Brown beri nama “Time Locking.” Dalam lingkungan yang ideal, semua pekerja akan mendapatkan blok waktu yang tidak dapat diganggu – sebuah “time lock” – dalam fokusnya  dalam pekerjaan dan mengelola momentum dan produktivitas, kata Brown. Ini artinya tidak ada surfing di internet, tidak mengecek sosial media, tidak menjawab email dan panggilan telepon – hanya periode senyap, dengan tidak ada gangguan dari luar, dimana anda dapat menyelesaikan pekerjaan anda. Rekan dan bos anda harus tahu dan menghormati “Time Lock” anda, dan saling melindungi satu sama lain dalam periode tersebut dan menghindari interupsi dari klien dan konsumen.


mengganggu produktivitas kerja
Brown mencatat bahwa “Time Lock” sangat efektif karena memungkinkan seseorang untuk fokus pada prioritas paling penting dalam pekerjaan mereka, dimana sering ditutupi oleh pekerjaan-pekerjaan kecil yang dibawa oleh orang lain setiap hari. Rahasia untuk membuat cara ini berhasil adalah dengan mengidentifikasi dan berkomitmen kepada prioritas anda selama “Time Lock”.

“Apa yang orang lain lihat sebagai pekerjaan yang urgent, anggapalah itu hanya sebagai pekerjaan penting bagi anda, bukan urgent,” kata Brown. “Analisalah kapan waktu yang tepat untuk mengerjakan pekerjaan yang mudah dan berat”

Mungkin akan susah untuk sepenuhnya melaksanakn “Time Lock” dalam kantor anda, tapi anda bisa memulai dari merebut kembali waktu anda yang hilang dengan cara dekati pencuri waktu anda, dan buatlah mereka sadar bahwa mereka dan anda bisa mendapatkan manfaat dari saling memberi waktu yang tenang ketika melakukan pekerjaan.

“Ketika mendekati pencuri waktu kita, kita harus menggunakan kemahiran,” kata Brown. “Tidak ada hal seperti ‘katakan saja tidak’ [ketika ada gangguan]. Pikirkan mendalam apa yang akan anda katakan, dan bersikaplah dengan empati dan sebaik mungkin.